27.11.11

Perpisahan tidak lain adalah bagian dari proses pendewasaan

 
Saya menyayangi segala hal yang saya miliki dalam hidup. 
Saya belajar atas apa yang terjadi dalam hidup saya. 
Semua orang menginginkan bahagia dalam hidup, ya termasuk saya. 
Namun kadang saya tak bersyukur dengan apa yang saya miliki dan apa yang telah 
Tuhan berikan pada saya. 
Saya hanya manusia, yang memiliki seribu kelebihan dan sejuta kekurangan 
karena sempurna hanyalah milik Tuhan.
Saya belajar untuk menghargai segala kelebihan dan kekurangan saya,
menghargai segala apa yang saya miliki, termasuk orang-orang yang saya punya, orang-orang yang saya sayangi. 
Saya selalu belajar menghargai mereka karena saya tahu sesuatu terasa berharga jika sudah hilang.
Saya bersyukur atas hidup saya ini, 
walaupun lika liku masalah kadang ada, tapi saya harus bisa menjadikannya sebuah pelajaran untuk saya menjadi orang yang lebih baik ke depannya, karena hal itu membuat saya yakin selalu ada kebahagiaan di hari kelak, jauh lebih bahagia.
 
Bukan soal amarah ataupun dendam.
Kali ini hanya soal bagaimana bernegosiasi dengan kenyataan.
Aku tak berpura-pura ataupun menyembunyikannya, aku hanya mencari cara.
Mencari cara agar aku bisa membuat ini sebagai satu kebahagiaan.
Ingat, bukan hanya untukku.
Aku tak akan membohongi perasaan. Apa itu namanya luka?
Tapi ada perasaan lain yang lebih kuat dari hanya sekedar luka.
Keputusanku bukan untuk membuatnya menangis, tapi untuk aku membuatnya bahagia.
Jika aku, aku tak mampu untuk itu.
Banyak kehidupan disana yang akan membuatnya tersenyum.
Jangan aku. Karna aku tak akan mampu.
Memang dulu adalah sebuah langit.
Tapi kali ini ku anggap adalah bintang. Kau tak bisa ku lihat saat ini.
Seperti bintang, saat ini tak bisa dilihat di langit malam yg luas.
Walaupun aku tahu, kamu memberi cahaya.
Seperti berlayar di samudra.
Aku tak tahu ujungnya dimana dan akan seperti apa.
Satu saja yang bisa ku yakini,
Kau satu. Bukan untukku lagi.
Keikhlasan membuat aku merasa lebih bahagia.
Karna itu terbaik, karna aku sadar, aku tak mampu untuk sepenuhnya membuatnya tersenyum.
Tak mampu...........
 

No comments:

Post a Comment

 

©2013 the healing | by eppoh