8.5.11

Bisakah Kita???


Sering kali, kita tidak sadar bahwa saat kita meminta dicintai, kita melakukannya dengan cara yang salah. Jangan harap dengan memelas dan menunjukkan betapa kita menderita, karena tidak dicintai, maka pasangan kita akan dengan senang hati memenuhi kebutuhan kita.


Yang terjadi adalah, saat kita meminta dicintai dan mengungkapkan rasa kecewa terhadap pasangan dengan cara yang salah…. tiba tiba pasangan menjadi semakin jauh. Mengapa? Karena, pasangan kita merasa terpojok dan disalahkan atas perasaan yang terjadi dalam diri kita. Bayangkan saja, apa enak sih disalahkan atas sesuatu yang tidak bisa kita kontrol?

Maksudnya, apa bisa kita mengontrol perasaan orang lain? Apa bisa kita memaksa pasangan untuk mencintai kita? Apa bisa kita memaksa seseorang menyukai kita? Apa bisa memaksa pasangan untuk bahagia? Apa bisa kita bertanggung jawab atas kebahagiaan dan kesedihan seseorang? Jawabannya, sudah pasti tidak bisa!

Kita bisa memaksa pasangan mengatakan I love U. Kita bisa memaksa pasangan memeluk kita. Kita bisa memaksa pasangan menemani kita jalan. Tetapi, soal perasaan dan hati, siapa yang tahu? Mengapa kita tidak melakukan sesuatu agar perubahan terjadi?

Saya sangat suka dengan kata-kata ini, “Perubahan terjadi saat kita mengubah diri kita sendiri.” Kita ubah diri kita agar layak dicintai. Kita ubah penampilan kita agar ’enak’ dipandang. Kita ubah sikap kita agar membuat pasangan merasa diterima. Kita bisa memberikan senyum terindah pada pasangan setiap saat. Kita bisa mencintai pasangan dengan tulus tanpa minta balasan. Kita bisa menyiapkan makanan kesukaannya. Kita bisa membelikannya hadiah kejutan. Kita bisa menjadi pendengar terbaik untuk pasangan.

Kita juga bisa memberikan kecupan sayang setiap saat. Kita bisa memberikan pelukan mesra setiap pagi dan malam. Kita bisa mengatakan I love you, bukan Do you love me? Kita bisa membahagiakan diri sendiri terlebih dahulu.

Selamat mencintai dan semoga berbahagia. Salam penuh cinta.

No comments:

Post a Comment

 

©2013 the healing | by eppoh