8.5.11

berdo'alah

Seringkali manusia mengeluh, sampai-sampai dia berani `menyalahkan’ Tuhannya. Ini karena doanya merasa tidak dikabulkan. Ia sudah lelah berdoa, tetapi belum juga ada perubahan bagi nasibnya. Orang-orang semacam ini tidak berbaik sangka kepada Allah swt. Jika ia, berbaik sangka, tentu hatinya akan yakin bahwa, Allah membalas doanya. Hanya, saja balasan itu tidak secepat yang diharapkan, karena Allah jua, yang berkehendak memilih waktunya yang tepat.

Jika doamu terkabulkan dalam waktu yang tepat sesuai harapanmu, maka, janganlah engkau mengira bahwa, rahmat itu karena doamu. Jangan menyangka karena engkau dekat kepada Allah dan merasa setiap ucapanmu terkabulkan. Sama, sekali tidak! Rahmat dan pemberianNya bukan karena, kehendak doamu. Jika karena doa kemudian Allah menuruti kemauan hambaNya, maka di manakah letak Kekuasaan Allah. Jika demikian berarti Allah bisa diatur sekehendak hambaNya.


Oleh karena itu, sesungguhnya yang engkau lakukan adalah berdoa. Karena doa adalah kebutuhan sebagai sarana untuk menyandarkan diri kepada KekuasaanNya. Masalah dikabulkan atau tidak, itu sepenuhNya urusan Allah. Jika dikabulkan, bukan berarti Allah menuruti kehendakmu. Jika pemahaman ini engkau renungkan dalam hati, maka engkau tak akan berputus asa dalam berdoa.

Sesungguhnya berdoa, itu merupakan bagian dari ibadah. Setiap engkau butuh apa saja, hendaknya dirimu bersandar kepada, Allah dengan hati berpengharapan. Dengan hati yang selalu berprasangka baik kepadaNya. Jangan lalu engkau berputus asa manakala, doa, belum terkabul. Yakinilah dalam hatimu, setiap doa pasti dikabulkan Allah. Bukankah Dia telah berjanji sebagaimana dalam Surat Al Baqarah ayat 186, “Dan jika hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (katakanlah) bahwa, Aku sangat dekat (dengamya). Aku mengabulkan permintaan orang yang meminta, jika ia mau berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka memenuhi perintahKu dan beriman kepadaKu, agar mereka senantiasa dalam kebenaran.” Kemudian dalam surat Al Mukniin 60, Allah semakin memberi ketegasan atas janjinya, “Berdoalah kepadaKu, pasti Aku akan kabulkan! “

Seandainya orang berdoa tahu bahwa terkabulnya doa dipilih Allah saat di akhirat, maka itu lebih baik daripada dibenkan di dunia. Sebab nilai rahmat di akhirat lebih besar dibandingkan nilai rahmat di dunia.

Hendaknya engkau bersyukur, karena sesuatu yang ditentukan dan dipilih Allah adalah sebaik-baik ketentuan. Merupakan sebaik-baik pilihan buatmu.

Meskipun kadang-kadang engkau menilai bahwa sesuatu yang kauterima itu tidak menyenangkan. Namun sesungguhnya di balik ketidaktahuanmu itu tersimpan hikmah yang sangat besar.

Rasulullah juga menegaskan dalam sabdanya, “Tiada seorang pun yang berdoa melainkan Allah pasti akan mengabulkm doanya, atau dihindarkan bahaya padanya atau diampuni sebagian dosanya selama ia tidak berdoa untuk sesuatu yang menjurus pada dosa memutus hubungan sanak famili.”

Sekarang yang perlu dilakukan oleh seorang hamba adalah berdoa, bergantung dan yakin kepada cara-cara yang sempurna dari Allah. Karena Dia selalu mengetahui keadaan hambaNya sebenar-benarnya.

No comments:

Post a Comment

 

©2013 the healing | by eppoh