11.4.11

Mengatasi Anak Susah Tidur


Sebagai orangtua, kelelahan dan keletihan akan dirasakan ketika menghadapi anak susah tidur, yang tentu saja akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan anak atas perkembangan sistem metabolisme tubuhnya.

Hal yang paling sering dilakukan oleh orangtua adalah dengan kata-kata “ancaman” agar anak segera tidur. Seperti misalnya,”Hayooo…buruan bobok! Mama udah capek banget nih. Ntar ada nenek sihir-hantu kalau gak mau bobok!” Meski pun cara ini cukup manjur, akan tetapi sangat tidak dianjurkan sekali. Sebab anak akan berada di bawah tekanan karena merasa ketakutan.


Lalu kira-kira apakah yang harus Anda lakukan sebagai orangtua ketika menghadapi anak tercinta Anda mengalami masalah dalam tidurnya…!? Ada beberapa hal yang menjadi penyebab mengapa anak susah tidur. Dan berikut ini mungkin bisa menjadi alternatif untuk Anda sebagai solusi agar anak bisa tidur dengan nyenyak;

  • Temani Anak Menjelang Tidur : Antara lain dengan membacakan dongeng yang menarik namun tidak seram atau diputarkan musik yang menyenangkan. Bila anak memiliki transitional objects atau sarana tambahan yang selalu dibawanya saat tidur, seperti boneka atau bantal, biarkan si kecil membawanya tidur. “Pokoknya, asal bisa membuat anak merasa bahwa tidur bukan sesuatu yang menakutkan.”
  • Ciptakan Suasana Kamar Senyaman Mungkin : Pilih warna dinding yang menyenangkan, jangan yang justru menambah keseraman semisal biru gelap; karena bila lampu dimatikan, akan menimbulkan efek bayang-bayang. Bagi anak, kadang ada pengaruhnya,karena mereka masih sensitif. Jadi, “Meski lampu dimatikan, buatlah kamar sedemikian rupa sehingga tak ada efek bayang-bayang yang bisa menimbulkan fantasi menyeramkan pada anak.”
  • Letak dan Arah Kamar Agar Diperhatikan : Sebaiknya, saat membuat kamar tidur untuk anak agar diperhatikan letak dan arahnya. Jangan sampai ada bayangan dari luar yang masuk kala lampu kamar dimatikan. Bayangan pohon yang tertiup angin bisa menimbulkan fantasi menakutkan, lho.
  • Pasang Gambar Yang Indah : Misalnya, gambar pemandangan. Kalau perlu, biarkan anak memilih gambar kesayangannya. Jangan pasang gambar yang bisa menimbulkan imajinasi menakutkan. Jika anak tidur di kamar sendiri, tak ada salahnya orangtua mencoba tidur di kamar anak dan merasakan sendiri apa yang sebetulnya membuat anak takut.***

yulissamoa

No comments:

Post a Comment

 

©2013 the healing | by eppoh