14.3.11

Wanita Mampu Tundukkan Laki-Laki

Wanita memiliki kemampuan menundukkan laki-laki seberapapun tinggi tingkat ketegasan dan keteguhannya. Semua orang telah mengakui kekuatan alamiah yang tertanam dalam diri wanita ini. Mereka mengatakan, “Wanita yang menimang-nimang bayi dengan satu tangan, ia mampu menggoyang dunia dengan tangan satunya.” Mereka juga berkata, “Di belakang setiap laki-laki berpengaruh, ada seorang wanita.”
 
Keshalihan umat tergantung pada keshalihan wanita. Demikian pula kerusakan umat diakibatkan oleh kerusakan wanita. Bangsa barat mengetahui dan betul-betul memahami hakikat ini. Maka, mereka menebarkan ranjau-ranjau gemerlap duniawi pada kaum wanita dan menjadikan makhluk lembut ini sebagai alat destruktif untuk memecahkan kepala-kepala kebaikan.
 
Wanita bisa menjadi tentara iblis yang paling brilian dan paling cerdik yang berjalan di tengah-tengah rombongan pasukannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa mayoritas penghuni neraka berasal dari kaum wanita. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 
“Neraka diperlihatkan kepadaku. Ternyata mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.” (HR Bukhari)
 
Namun begitu, sejarah Islam kita yang agung sarat dengan kisah-kisah wanita yang mengetahui rahasia cinta hakiki dan mereka telah mengecap manisnya di dunia ini. Inilah Umarah, Istri Hubaib Al-‘Ajami, ia selalu mendorong suaminya beribadah dan memotivasinya mengumpulkan bekal terbaik. Suatu malam ia bangun sedang sang suami masih tidur pulas. Lantas di waktu sahur, ia membangunkannya seraya berkata,
"Bangun wahai lelaki, malam telah pergi berganti siang sedang dihadapanmu membentang jalan yang jauh dengan sedikit bekal. Rombongan orang-orang shalih telah berjalan di depan kita, sedang kita tertinggal.” (Shifatush Shafwah, IV : 35)

 Betapa mulia seorang wanita yang berpesan kepada suaminya dengan berkata, Aku bersumpah kepadamu, jangan sampai engkau mencari nafkah selain dari yang halal. Dan aku bersumpah kepadamu, jangan sampai engkau masuk neraka gara-gara diriku. Berbaktilah kepada ibumu. Sambunglah silaturahmi dengan keluargamu. Jangan sampai engkau memutus tali silaturahmi dengan mereka, akibatnya Allah memutus (rahmat-Nya) darimu.” (Shifatush Shafwah IV : 437)

 Betapa indah tindakan wanita yang biasa dipanggil Hunaidah ini. Bila sepertiga atau setengah malam telah berlalu, ia bangkit lalu membangunkan anak, suami, dan pelayannya. Ia berkata kepada mereka, “ Bangunlah kalian lalu wudhu dan kerjakan shalat. Kalian akan senang dengan ucapanku ini.” Inilah kebiasaan yang ia lakukan kepada mereka sampai ia meninggal. Kemudian dalam tidur, suaminya bermimpi (mendengar ucapan), “Jika engkau tetap ingin menjadi suaminya di sana, maka gantilah ia dalam keluarganya dengan melakukan seperti perbuatannya.” Lantas lelaki ini selalu melakukan kebiasaan tersebut hingga wafat. (Shifatush Shafwah IV : 391)
 
sumber: muslim.com

No comments:

Post a Comment

 

©2013 the healing | by eppoh