18.3.11

Bagaimana Al-Qur'an Menjelaskan tentang Pengetahuan


Al-Qur’an diciptakan oleh Allah, sebagai panduan hidup manusia. Maka hukum-hukum dan ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang asli da



ri Allah pastilah tidak akan pernah terjadi bertentangan antar ayat dan juga dengan ilmu pengetahuan (ilmu alam atau kehidupan di dunia). Jika ada suatu ayat dalam Al-Qur’an ternyata bertentangan dengan ilmu pengetahuan maka boleh jadi ilmu pengetahuannya belum menjangkau isyarat ilmu pengetahuan dalam ayat AL-QUR’AN tersebut, atau kita musti bertnya-tanya, mungkinkah ayat dalam AL-QUR’AN tersebut telah diubah manusia?

Contoh ayat Al-Qur’an: “Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya berasal setitik mani yang dipancarkan?” (Al Qur’an, 75:36-37)

Suatu ketika, keterbatasan ilmu manusia mungkin hanya mampu menterjemahkan “setitik mani” seperti halnya “setetes air hujan”, tetapi ilmu kedokteran sekarang membuktikan bahwa air mani yang dipancarkan ke rahim “Dari keseluruhan sperma berjumlah sekitar 250 juta yang dipancarkan dari tubuh pria, hanya sedikit sekali yang berhasil mencapai sel telur. Sperma yang akan membuahi sel telur hanyalah satu dari seribu sperma yang mampu bertahan hidup. Fakta bahwa manusia tidak diciptakan dengan menggunakan keseluruhan air mani, tapi hanya sebagian kecil darinya, dinyatakan dalam Al Qur’an dengan ungkapan, “setetes mani yang ditumpahkan/dipacarkan”. Ternyata, Al-Qur’an benar dan ilmu pengetahuan membenarkannya.

Islam memiliki tuntunan yang sangat lengkap tentang kehidupan, maka menambah keyakinan kita bahwa AL-Qur’an benar2 firman Allah yang diturunkan untuk melengkapi Al-Qur’an-Al-Qur’an sebelumnya. Maka jangan heran “banyak orang kafir menuduh” bahwa Al-Qur’an 75% menjiplak Al-Qur’an Yahudi dan Kristen. Logika mengatakan, hukum yang baru akan menyempurnakan hukum yang lama. Begitu datang hukum baru, maka hukum lama batal.

Al-Qur’an diturunkan sebagai panduan hidup umat di dunia ini, sudah seharusnya menyinggung segala aspek kehidupan di alam ini terutama ilmu pengetahuan alam. Al-Qur’an juga diturunkan sebagai petunjuk keselamatan akhirat, maka akan terdapat petunjuk-petunjuk yang ahrus diikuti pemeluknya agar selamat diakhirat. Dan pada hakekatnya, petunjuk amal dan ilmu di dunia, agar pemeluknya berlomba-lomba mencapai kebaikan dan beramal untuk akhiratnya.

Suatu AL-QUR’AN yang benar-benar dari Allah dan masih asli (belum ada campurtangan nafsu manusia) maka akan bisa dibuktikan kebenaran ayat-ayatnya. Ayat yang berhubungan dengan akhirat tentu hanya keimanan lah yang akan meyakini, membenarkan, dan membuktikan. Sedangkan, ayat yang berhubungan dengan alam, jagadraya, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan manusia harusnya tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris.


ads google

No comments:

Post a Comment

 

©2013 the healing | by eppoh