7.12.10

TRI PUSAT PENDIDIKAN



Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan bahwa pendidikan berlangsung didalam lembaga sekolah, keluarga dan masyarakat.


Sistem yang disebut sebagai Tripusat Pendidikan ini dijadikan sebagai strategi dalam upaya pengembangan pendidikan yang didasarkan kebudayaan dan kebangsaan sebagai upaya penangkalan terhadap kebudayaan dari luar yang tidak mendidik sesuai dengan budaya timur. Sistem tripusat pendidikan membutuhkan realisasi diantaranya dengan membuat inspirasi dan membangun perasaan saling bekerja sama dan mengembangkan daya saing diantara siswanya.
1.       Pendidikan keluarga
a.     Pengertian pendidikan keluarga
kata keluarga berasal dari kata “ kawula” dan “warga “. Kawula artinya “ abdi” yakni “hamba” sedangkan “warga” berarti “anggota”. Keluarga adalh bentuk masyarakat kecil yang terdiri dari beberapa individu yang terikat oleh suatu keturunan, yakni kesatuan antara ayah, ibu dan anak yang merupakan kesatuan kecil dari bentuk – bentuk kesatuan masyarakat.
Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang diberikan oleh orang tua kepada anak – anaknya sesuai dan dipersiapkan untuk kehidupan anak–anak itu dimasyarakat kelak.
b.     Tugas pendidikan keluarga
Anak lahir dalam pemeliharaan orang tua dan dibesarkan di dalam keluarga. Orang tua tanpa ada yang memerintah langsung memikul tugas sebagai pendidik, dalam pendidikan anak, orang tua bertugas sebagai pemelihara, sebagai pengasuh, pembimbing, pembina maupun sebagai guru dan pemimpin terhadap anak-anaknya. Anak menyerap norma-norma pada anggota keluarga, baik ayah, ibu maupun kanak-kanaknya. Maka orang tua di dalam keluarga harus dan merupakan kewajibankodrati untuk memperhatikan anak-anaknya serta mendidiknya sejak anak-anak itu kecil bahkan sejak anak itu masih ada dalam kandungan. Tugas orang tua mendidik anak-anaknya terlepas.
c.     Materi pendidikan keluarga
Keluarga adalah pendidik yang pertama dan utama. Materi pendidikan yang utama meliputi nilai agama, nilai dan norma dari sikap yang baik. Dalam hal ini orang tua harus memberikan pendidikan dengan cara memberi contoh yang baik dalam perkataan maupun perbuatan agar anak dapat menyerap apa yang dilihat dan didengar dari lingkungannya terutama lingkungan keluarga. Anak yang lahir dalam keluarga yang selalu membiasakan berbuat baik, biasanya menghasilkan pribadi yang baik. Dan sebaliknya anak yang lahir dalam keluarga yang selalu membiasakan perbuatan-perbuatan yang tercela, biasanya menghasilkan pribadi anak yang tercela. Pendidikan agama berpangkal juga didalam keluarga, karena suasana keagamaan dalam keluarga akan berakibat anak tersebut berjiwa agama.
d.      Pentingnya pendidikan keluarga
  • Pendidikan keluarga dipersiapkan untuk kehidupan anak-anak sebelum untuk sekolah dan tujuan ke dalam masyarakat.
  • Sebagai pembina perilaku
  • Sebagai ajang dimana sifat-sifat kepribadian anak terbentuk mulai pertama.
e.    Pelaksanaan pendidikan keluarga
Pendidikan keluarga dilaksanakan dilingkungan keluarga. Pendidikan keluarga dilaksanakan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Anak menyerap norma-norma pada anggota keluarganya, baik ayah, ibu, maupun kanak-kanaknya. Keluarga merupaka ajang pertama dimana sifat-sifat kepribadian anak bertumbuh dan terbentuk. Pelaksanaan kegiatan pendidikan ini tanpa suatu organisasi yang ketat tanpa adanya program waktu (tak terbatas) dan tanpa adanya evaluasi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan pendidikan keluarga :
  • Usaha untuk menciptakan suasana yang bersih dalam lingkungan keluarga.
  • Sikap anggota keluarga hendaklah belajar berpegang pada hak dan kewajiban masing-masing.
  • Orang tua hendaklah mengetahui tabiat untuk anak-anaknya.
  • Hindari segala sesuatu yang menusuk perkembangan jiwa anak.
  • Berikan anak bergaul dengan teman-temannya diluar lingkungan keluarga.
  • Ciptakan kondisi yang harmonis antara anggota keluarga.


f.     Ciri-ciri pendidikan keluarga
Dalam pendidikan keluarga terjadi interaksi antara orang tua dan anak. Dimana antara satu dengan yang lainnya memiliki hubungan yang sangat erat. Adapun ciri-ciri pendidikan keluarga diantaranya :
  • Dilaksanakan dilingkungan keluarga.
  • Dilaksanakan oleh keluarga.
  • Waktu yang digunakan tidak terbatas/lama pendidikan terus menerus.
  • Tak ada evaluasi
g.      Fungsi pendidikan keluarga
  • Merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak.
  • Dapat membentuk kepribadian anak.
  • Dapat mendidik tingkah laku anak.
  • Untuk melindungi anggota keluarganya dari berbagai gangguan.
  • Didalam keluarga akan tumbuh sikap tolong menolong dan tenggang rasa.
  • Keluarga merupakan lembaga yang berperan dalam meletakan    dasar-dasar  pendidikan agama.
  • Pendidikan keluarga dapat menjamin emosional anak untu tumbuh dan berkembang.
  • Sebagai lembaga perkumpulan ekonomi.
2.      Pendidikan Sekolah
a.     Pengertian pendidikan sekolah
Sekolah adalah lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi dengan segala aktivitasnya direncanakan dengan sengaja yang disebut kurikulum.
Pendidikan sekolah adalah semua bentuk pendidikan yang diselenggarakan dengan sengaja, tertib dan berencana didalam kegiatan persekolahan.
b.     Syarat-syarat pendidikan sekolah
  • Pendidik memiliki disiplin ilmu dan kewenangan untuk mengajar.
  • Anak didik berusia sesuai dengan jenjang pendidikan yang akan ditempuhnya.
  • Adanya sarana dan prasarana serta fasilitas lainnya untuk menunjang kelangsungan kegiatan belajar mengajar.
c.      Tugas pendidikan sekolah
  • Membantu lingkungan keluarga untuk mendidik dan mengajar untuk memperbaiki dan memperluas tingkah laku peserta didik yang dibawa dari keluarga serta membantu pengembangan bakat.
  • Mengembangkan kepribadian anak didik melalui kurikulum agar peserta didik dapat bergaul dengan lingkungannya ; peserta didik mentaati peraturan yang ada dan dapat terjun ke masyarakat berdasarkan norma-norma yang berlaku.
  • Membimbing dan mengendalikan kegiatan belajar di sekolah.
  • Mendidik peserta didik agar menjadi manusia yang berpendidikan.
  • Mendidik peserta didik agar mempunyai keterampilan.
  • Mengangkat nama baik sekolah


d.      Materi pendidikan sekolah
Disekolah terdapat norma-norma/aturan yang harus diikuti oleh setiap peserta didiknya dan norma itu berpengaruh sekali dalam pembentukan kepribadiannya guna bekal kehidupan dimasyarakat kelak. Materi pendidikan sekolah merupakan mata pelajaran yang harus disampaikan kepada anak didik antara lain :
  • Pendidikan agama
  • Bahasa
  • Matematika
  • Sains
  • Pengetahuan sosial
  • Pendidikan kewarganegaraan
  • Kerajinan tangan dan kesenian
  • Teknologi informasi dan komunikasi
e.    Sistem pelaksanaan pendidikan sekolah
Sistem pendidikan disekolah merupakan sistem yang terbuka artinya sistem yang memperoleh masukkan dari lingkungan dan memberikan hasil transformasinya kepada lingkungan pendidikan sekolah sebagai lembaga pendidikan kedua sesudah keluarga karena sekolah sengaja diadakan atau dibangun khusus untuk tempat pendidikan. Pendidikan sekolah dilaksanakan oleh guru sebagai pengajar, dan murid sebagai anak didik. Kegiatan pendidikan ini merupakan suatu organisasi yang ketat dengan adanya program, waktu yang terbatas dan adanya evaluasi. Pendidikan formal ini memberikan pengasuh yang kuat terhadap pembentukan pribadi seseorang peserta didik.
f.   Jenjang Pendidikan Sekolah
Jenjang pendidikan sekolah yang termasuk jalur pendidikan terdiri
  1. Pendidikan sekolah merupakan pendidikan untuk meletakan ke arah dasar-dasar perkembangan sikap, pemgetahuanm keterampilan dan daya cipta yang diperlukan anak untuk hidup dilingkungan masyarakat serta memberikan bekal kemampuan dasar untuk memasuki dunia Sekolah Dasar.
  2. Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang diselenggarakan untuk melanjutkan dan meneruskan pendidikan dasar serta memepersiapkan peserta didik untuk menjadi anggotra masyarakat yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan.
  3. Pendidikan tinggi merupakan lanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggora masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau profesional  yang dapat menerapkan, menyambungkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.
    g.      Jenis Pendidikan Sekolah
    • Pendidikan Dasar                        : SD, SLTP
    • Pendidikan Menengah Umum       : SMA, MA
    • Pendidikan Mengengah kejuruan   : SMK, MAK
    • Pendidikan Tinggi
    h.      Ciri – ciri pendidikan sekolah
    • Merupakan pendidikan formal
    • Adanya guru sebagai pengajar
    • Adanya murid sebagai anak didik
    • Adanya kurikulum
    • Adanya evaluasi
    • Peraturan / tata tertib
    • Administrasinya sistematis 
    i. Tanggung jawab Pendidikan sekolah
    • Tanggung jawab formal kelembagaan.sesuai dengan fungsi dan tujuan yang ditetapkan menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku ( UU pendidikan )
    • Tanggung jawab keilmuan berdasarkan bentuk, isi, tujuan, dan tingkat pendidikan yang dipercayakan kepadanya oleh masayarakat dan  negara .
    • Tanggung jawab fungsional Ialah tanggung jawab profesional pengelola dan pelaksana pendidikan (para guru, pendidik) yang menerima ketetapan ini berdasarkan ketentuan-ketentuan
    • Selama dalam lingkungan sekolah, murid atau guru merupakan tanggung jawab guru/pengajar. Guru bertugas mendidik, membantu serta membatu pengembangan bakat.
    3. Pendidikan Masyarakat
    1. Pengertian pendidikan masyarakat
    Pendidikan masyarakat adalah bentuk pendidikan yang diselenggarakan dengan sengaja, tertib dan berencana diluar kegiatan persekolahan atau dilingkungan masyarakat sesuai dengan kebutuhan tertentu.
    1. Tugas pendidikan masyarakat
    1. Menyusun program kegiatan dan memberi petunjuk serta pengarahan kepada orang yang bergerak di bidang masyarakat
    2. Mengendalikan dan menuai tenaga teknis serta menggunakan sarana sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.
    3. Membimbing dan mengendalikan kegiatan usaha dibidang pendidikan masyarakat.
    4. Menyelenggarakan supervisi, membuat laporan dan mengajukan usul kepada kakanwil setempat.
      1. Pelaksanaan pendidikan masyarakat
      Dilaksanakan dilingkungan masyarakat. Masyarakat sebagai lembaga pendidikan ketiga sesudah keluarga dan sekolah. Dimasyarakat terdapat norma-norma social budaya yang harus diikuti oleh warganya dan noma-norma itu berpengaruh dalam pembentukan kepribadian. Warganya dalam bertindak dan bersikap. Penularan-penularan yang dilakukan dengan sadar dan bertujuan ini sudah merupakan proses pendidikan masyarakat. Kelompok masyarakat yang terdiri dari dua orang atau lebih dan bekerja sama dibidang tertentu untuk mencapai tujuan tertentu adalah merupakan sumber pendidikan bagi warga masyarakat, seperti lembaga-lembaga social budaya, yayasan-yayasan, organisasi-organisasi dan perkumpulan-perkumpulan.
      1. Materi Pendidikan Masyarakat
      Dimasyarakat terdapat norma-norma social budayayang harus diikuti oleh warganya dan norma itu berpengaruh sekali dalam pembentukan kepribadian warganya dalam bertindak dan bersikap. Norma – norma masyarakat yang berpengaruh tersebut merupakan aturan – aturan yang ditularkan dari generasi tua kepada generasi muda.
      1. Ciri-ciri pendidikan masyarakat
      1. Tidak bersifat formal/bersifat non formal
      2. Waktu yang dipergunakan / lama pendidikan tidak terbatas.
      3. Pendidikan didapat dari hasil pergaulan masyarakat/lingkungan sekitar.
      4. Tidak ada evaluasi
        1. Dana pendidikan masyarakat 
        Sumber dana pendidikan masyarakat berasal dari sumbangan pemerintah dan LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) serta dari anggota masyarakat.
        1. Fungsi pendidikan masyarakat
        1. Membina program kegiatan dan kurikulum latihan masyarakat.
        2. Mengurus dan membina tenaga teknis pendidikan masyarakat.
        3. Mengurus sarana pendidikan masyarakat.
        1. Tanggung jawab pendidikan masyarakat
        Tanggung jawab dalam pendidikan masyarakat ditanggung bersama. Pendidikan masyarakat bertanggung jawab untuk mencerdaskan warga masyarakatnya menjadi warga negara yang iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, memiliki tanggung jawab terhadap bangsa dan negara, memiliki kedewasaan baik jasmani maupun rohani yang realisasinya terlihat pada perbuatan dan sikap kepribadian warga masyarakat.
              i.  Hubungan timbal balik antara pendidikan keluarga , sekolah dan masyarakat.
        Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang utama dan pertama. Pendidikan merupakan salah satu kewajiban pertama bagi orang tua. Tugas orang tua mendidik anak – anaknya terlepas sama sekali dari kedudukan, keahlian atau pengalaman dalam bidang pendidikan yang legal. Pendidikan keluarga sangat mendukung pendidikan sekolah dan pendidikan masyarakat. Sekolah merupakan pendidikan yang kedua sesudah keluarga, dengan guru sebagai ganti orang tua yang harus ditaati. Dengan sekolah, pemerintah bangsanya untuk menjadi seorang ahli yang sesuai dengan bidang dan bakat si anak didik yang berguna bagi dirinya dan berguna bagi nusa dan bangsa. Ada hubungan yang saling memberi dan saling menerima antara lembaga pendidikan sekolah, lembaga pendidikan dengan masyarakat. Lembaga pendidikan merealisasi apa yang dicita – citakan oleh sekolah tentang pengembangan anak didikannya. Lembaga pendidikan merealisasikan apa yang dicita-citakan warga masyarakat tentang pengembangan putra-putri mereka. Disamping layanan terhadap masyarakat berupa pendidikan dan pengajaran, lembaga pendidikan juga menyediakan diri sebagai agen pembaharu atau penerang bagi masyarakat.

        Adapun beberapa pandangan filosofis tentang hubungan sekolah dan masyarakat :
        • Sekolah adalah bagian yang integral dari masyarakat.
        • Hal hidup
        sumber: 
        • Prof. DR. H.Hadari Nawawi. Pendidikan dalam Islam
        • Mohammad Irfan, Mastuki HS. Teologi Pendidikan
        • Drs.H.M. Suparta, MA.., Drs. Herri Noer Aly, MA.

        No comments:

        Post a Comment

         

        ©2013 the healing | by eppoh